
Teknologi kini bukan lagi pelengkap pembelajaran, melainkan bagian dari keseharian guru dan murid. Madrasah pun bergerak ke arah yang sama. Sepanjang 2026, Kementerian Agama mendorong transformasi digital melalui pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi guru, penguatan ekosistem akun digital, hingga peluncuran platform pembelajaran agama berbasis AI. Pertanyaannya bukan lagi "perlukah madrasah memakai teknologi?", melainkan "bagaimana memakainya tanpa kehilangan ruh pendidikan?". Di sinilah Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertemu: Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan merancang pembelajaran, sedangkan KBC memastikan keleluasaan itu tetap berpijak pada nilai kasih sayang.
1. Mengapa Teknologi dan KBC Perlu Berjalan Bersama
KBC dibangun di atas lima nilai Panca Cinta: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu, diri dan sesama, lingkungan, serta tanah air. Nilai-nilai ini tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, tetapi dihidupkan dalam cara guru mengajar dan budaya madrasah.
Teknologi, bila dipakai tepat, memperkuat tujuan itu. Sejumlah kajian akademik tentang madrasah ibtidaiyah menyimpulkan bahwa AI dan pembelajaran mendalam dapat membuat proses belajar lebih personal, interaktif, dan bermakna: materi bisa disesuaikan dengan kemampuan murid, umpan balik bisa lebih cepat, dan guru terbantu memantau perkembangan belajar. Namun kajian yang sama juga mencatat tantangannya, yaitu keterbatasan infrastruktur digital, kesiapan guru, serta persoalan etika dan privasi data.
Karena itu, prinsip dasarnya sederhana: teknologi adalah alat, cinta adalah arah. Teknologi membantu guru bekerja lebih efektif, sementara hubungan yang hangat antara guru dan murid tetap menjadi inti pendidikan.
2. Peta Teknologi yang Tersedia untuk Guru Madrasah Saat Ini
Beberapa perkembangan terbaru yang patut dikenali guru madrasah:
- Smart PAI. Pada Agustus 2026, Kemenag meluncurkan platform pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis AI yang mengacu pada 40 buku resmi Kemenag. Fiturnya mencakup buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen, Al-Qur'an digital, dan asisten AI. Asisten AI-nya dirancang menjawab berdasarkan buku-buku resmi, dan bila informasi tidak ada di sana, sistem menyatakan informasinya tidak tersedia. Kemenag juga menegaskan bahwa platform ini tidak dimaksudkan menggantikan guru agama.
- Ekosistem akun digital dan pelatihan AI. Direktorat GTK Madrasah mengarahkan guru dan tenaga kependidikan madrasah mendaftarkan akun Google Workspace sebagai media pembelajaran digital sekaligus persiapan pelatihan AI. Pelatihan Gemini Academy kemudian dijadwalkan pada 23 Juni 2026 secara daring.
- Pelatihan AI dan akses CanvaEdu. Kemenag juga membuka pelatihan pemanfaatan AI yang terhubung dengan pembagian akun CanvaEdu gratis bagi guru madrasah, dengan pendaftaran melalui portal SIMDIKLAT Kemenag.
- Alat AI umum. Dalam kegiatan digitalisasi madrasah di berbagai daerah, guru diperkenalkan pada ChatGPT, Gemini, dan Copilot untuk membantu menyusun perangkat ajar, membuat soal, dan menyiapkan media pembelajaran yang lebih interaktif.
Informasi pendaftaran dan jadwal program-program ini dapat berubah, jadi pastikan Anda memeriksa kanal resmi Kemenag dan kantor Kemenag setempat.
3. Tips Praktis Memanfaatkan Teknologi dengan Semangat KBC
a. Pakai teknologi untuk memangkas beban administrasi, bukan menggantikan interaksi
Sebuah studi kasus di sebuah MTs menemukan bahwa modul ajar guru sudah memenuhi standar formal Kurikulum Merdeka, tetapi penerapan nilai kurikulum cinta dan pembelajaran berdiferensiasi belum operasional dalam langkah pembelajaran. Penyebab utamanya antara lain beban administrasi manual. Studi itu menyimpulkan bahwa AI bisa menjadi katalisator inovasi bila guru memiliki literasi digital yang cukup dan sekolah memprioritaskan pengurangan beban kerja non-pedagogis agar interaksi emosional dengan murid menguat.
Tips: Gunakan AI untuk draf awal modul ajar, kisi-kisi soal, atau rubrik. Waktu yang terhemat dialihkan untuk mengamati murid, menyapa satu per satu, dan memberi umpan balik personal.
b. Rancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman yang bisa diterapkan murid dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh RPP yang memadukan KBC dan AI, pembelajaran dirancang agar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, misalnya murid membuat poster digital bertema cinta lingkungan dengan bantuan alat desain, lalu guru memberi umpan balik dan menyimpulkan maknanya bersama.
Tips: Mulai dari tujuan nilai, baru pilih alatnya. Tanyakan dulu "nilai cinta apa yang ingin tumbuh?", baru "aplikasi apa yang cocok?". Urutan ini mencegah teknologi menjadi sekadar hiasan.
c. Manfaatkan teknologi untuk pembelajaran berdiferensiasi
Aplikasi belajar, kuis interaktif, dan alat bantu AI memudahkan guru menyiapkan beberapa tingkat latihan atau jalur kegiatan dengan tujuan yang sama. Murid yang butuh pengulangan mendapat latihan tambahan, murid yang cepat mendapat tantangan. Ini sejalan dengan semangat KBC bahwa setiap anak berhak dicintai dan difasilitasi sesuai potensinya.
Tips: Gunakan asesmen diagnostik singkat di awal topik, bisa berupa kuis daring sederhana atau pengamatan langsung, sebagai dasar pembagian kegiatan.
d. Hidupkan Panca Cinta lewat proyek digital
Beberapa contoh yang bisa disesuaikan dengan jenjang dan sarana madrasah:
- Cinta Allah dan Rasul-Nya: merekam bacaan doa harian atau membuat kartu digital kisah teladan Nabi.
- Cinta ilmu: membuat peta konsep digital atau kuis kolaboratif dari materi yang dipelajari.
- Cinta diri dan sesama: membuat jurnal syukur digital, atau kartu ucapan terima kasih untuk teman dan guru.
- Cinta lingkungan: memotret dan mendokumentasikan kebersihan madrasah, atau membuat poster hemat air dan pilah sampah.
- Cinta tanah air: presentasi singkat tentang tokoh, daerah, atau kearifan lokal, dilengkapi video pendek.
e. Verifikasi, verifikasi, verifikasi
Terutama untuk materi keagamaan, hasil AI umum tidak boleh langsung dipakai. Periksa ketepatan dalil, terjemahan, dan konteks pada sumber resmi. Platform seperti Smart PAI dirancang menjawab dari buku resmi Kemenag, tetapi guru tetap penentu akhir. Kemenag sendiri menegaskan bahwa guru tidak tergantikan dalam pendidikan karakter.
Tips: Jadikan "cek sumber" sebagai kebiasaan kelas. Ajak murid yang lebih besar bertanya: "Dari mana informasi ini? Apakah ada rujukan resminya?"
f. Tulis perintah (prompt) yang membawa nilai
Pelatihan guru yang memadukan KBC dan AI di beberapa madrasah melatih guru menyusun perangkat pembelajaran dengan perintah AI yang tepat. Perintah yang baik menyebutkan jenjang, capaian pembelajaran, nilai Panca Cinta yang dituju, dan format keluaran yang diinginkan.
Contoh perintah:
"Susun alur kegiatan 2 x 35 menit untuk kelas 1 MI tentang anggota tubuh dalam Bahasa Inggris, dengan integrasi nilai cinta diri dan sesama. Sertakan satu permainan, satu pertanyaan refleksi sederhana, dan asesmen observasi dengan tiga indikator."
Tips: Anggap hasil AI sebagai draf kasar. Sesuaikan dengan kondisi murid Anda, karena guru yang paling mengenal kelasnya.
g. Ajarkan adab digital sebagai bagian dari cinta kepada sesama
Pendidikan di era digital tidak lengkap tanpa etika bermedia. Ajarkan murid untuk tidak merundung, tidak menyebar kabar bohong, menghormati karya orang lain, dan menjaga keselamatan data pribadi. Untuk murid usia MI, cukup dengan aturan sederhana dan contoh yang dekat dengan keseharian.
4. Menghadapi Tantangan di Lapangan
Infrastruktur terbatas. Tidak semua madrasah memiliki jaringan stabil dan perangkat memadai. Mulailah dari yang ada: satu laptop dan proyektor sudah cukup untuk pembelajaran interaktif. Teknologi sederhana yang dipakai konsisten lebih berharga daripada perangkat canggih yang jarang dipakai.
Kesiapan guru. Kajian tentang AI dan kurikulum cinta di MI menyebut kesiapan guru sebagai salah satu tantangan, dan solusinya adalah penguatan kompetensi digital yang berkelanjutan. Bentuk komunitas belajar kecil di madrasah, lalu tukar praktik baik secara rutin.
Etika dan privasi data. Jangan mengunggah data pribadi murid, nilai individual, atau dokumen sensitif ke alat AI umum tanpa pertimbangan matang. Gunakan inisial atau data samaran saat meminta bantuan AI.
Ketergantungan berlebihan. Batasi layar untuk murid usia dini. Teknologi sebaiknya menjadi pemantik kegiatan nyata, seperti bermain, bercerita, dan berkarya langsung, bukan pengganti kegiatan itu.
5. Langkah Awal yang Realistis
- Pilih satu masalah nyata, misalnya penyusunan soal yang memakan waktu atau murid yang sulit fokus pada materi tertentu.
- Pilih satu alat yang bisa membantu dan coba selama beberapa pekan.
- Sertakan satu nilai Panca Cinta yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan itu.
- Refleksikan dan bagikan. Apa yang berhasil? Apa yang perlu diperbaiki? Bagikan kepada rekan guru.
- Ikuti pelatihan resmi dari Kemenag dan manfaatkan akun serta platform yang disediakan.
Penutup
Era digital menawarkan peluang besar bagi madrasah: pembelajaran yang lebih personal, administrasi yang lebih ringan, dan akses sumber belajar yang lebih luas. Namun, kecanggihan alat tidak otomatis menghasilkan pendidikan yang bermakna. Kurikulum Merdeka memberi ruang untuk berinovasi, sementara KBC menjaga agar inovasi itu tetap manusiawi. Selama guru menjadikan teknologi sebagai pelayan nilai, bukan sebaliknya, madrasah akan tetap menjadi tempat anak-anak tumbuh cerdas, berakhlak, dan penuh kasih.
Sumber rujukan:
- Kemenag Hadirkan 40 Buku Digital PAI Terintegrasi AI, NU Online
- Kemenag Rilis AI Khusus PAI, Guru Tetap Jadi Penentu Pendidikan Karakter, detikHikmah
- Kemenag Rilis Smart PAI untuk Belajar Agama Islam, SerambiMuslim
- Madrasah menuju Era AI, Kemenag Wajibkan Guru Daftar Google Workspace, RRI
- Kemenag Buka Pelatihan AI Gemini Academy untuk GTK Madrasah, Blog MTsN 3 Aceh Tengah
- Cara Daftar Pelatihan AI Kemenag untuk Klaim Lisensi CanvaEdu Gratis Bagi Guru Madrasah, MIN 4 Tebo
- Digitalisasi Madrasah Dorong Inovasi Pembelajaran, RRI
- Pelaksanaan Deep Learning dan AI Islam dan Ilmu Pengetahuan Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah, IJOED
- Kurikulum Cinta dalam Perencanaan Pembelajaran: Studi Kasus Implementasi Deep Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Guru MTs, Jurnal Cendekia
- Workshop KBC dan Pelatihan AI Pembelajaran, MIN 17 Kepulauan Seribu, Kemenag DKI Jakarta
- Workshop KBC terintegrasi AI, MTsN 1 Sidoarjo, Kemenag Sidoarjo
- RPP Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning dan Pemanfaatan AI, Prezi
- Panduan Kurikulum Berbasis Cinta (Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025), Kemenag RI